Minggu, 18 Desember 2011

Ini Penyakit Tak Menular yang Mulai Incar Kaum Muda

infokotamedan.com - YANG menjadi perhatian perkembangan penyakit dewasa ini, terutama jenis tak menular, adalah penderitanya yang makin bergeser ke usia yang lebih muda. Penyakit-penyakit yang sebelumnya dikenal dengan penyakit orang tua, kini mulai “menyapa” anak muda.

Kanker payudara, misalnya. Beberapa tahun terakhir, pasien kanker payudara mulai menyerang kalangan muda. Bahkan, anak baru gede (ABG) yang baru beranjak remaja pun rawan terkena penyakit mematikan ini.

“Ini sangat mungkin mengingat banyaknya faktor pencetus seperti lingkungan,” sebut spesialis bedah onkologi dari RSPAD Gatot Soebroto, dr Saptadi Setya Basuki SpB (K) Onk.

Saptadi mengemukakan, kanker adalah pertumbuhan sel abnormal dan tak terkendali secara terus-menerus sehingga dapat merusak jaringan setempat dan dapat menjalar ke tempat yang jauh dari asalnya. Sel kanker dapat tumbuh atau berasal dari setiap jenis sel di tubuh manusia. Umumnya, setiap manusia memiliki mekanisme memperbaiki kerusakan yang terjadi pada tubuh.

Namun, lanjut dia, jika proses ini terganggu karena sejumlah faktor, maka penyakit kanker bisa mendera. Faktor tersebut bisa dari internal, seperti kegagalan memperbaiki diri atau kesalahan penyusunan kembali dalam sel, atau dari eksternal, misalnya akibat terpapar bahan kimia, radiasi, sinar ultraviolet, dan zat karsinogen. Sementara untuk kanker payudara, risiko lain yang berpengaruh adalah jika ada riwayat ibu atau saudara perempuan dalam keluarga yang menderita penyakit ini.

Faktor penyebab kanker payudara juga meningkat seiring dengan bertambahnya usia. “Penyebabnya memang multifaktor. Hingga saat ini belum diketahui dengan pasti apa yang menyebabkan terjadinya kanker payudara,” tutur Saptadi.

Kanker payudara saat ini menjadi pembunuh nomor satu wanita Indonesia dibandingkan kanker jenis lain. Setelah itu baru disusul kanker leher rahim (kanker serviks). Selain kanker, osteoporosis atau pengeroposan tulang juga menghantui kaum muda. Persepsi bahwa penyakit ini merupakan penyakit orang yang sudah tua, sebaiknya segera ditinggalkan. Faktanya saat ini wanita usia yang lebih muda telah menunjukkan gaya hidup yang berpotensi terhadap meningkatnya gejala osteoporosis pada tulang mereka. Ini tentu merupakan bentuk peringatan tersendiri.

Mau bukti? Data International Osteoporosis Foundation (IOF) pada 2009 menyebutkan, Filipina dan Indonesia menjadi negara dengan catatan terburuk dalam hal kondisi kepadatan tulang. Wanita Indonesia pada usia 25 sampai 65 tahun berisiko tertinggi terkena osteoporosis dibandingkan negara Asia lainnya. Di sisi lain, hasil analisis data Puslitbang Gizi Kementerian Kesehatan 2006 menunjukkan bahwa dua dari lima wanita Indonesia berpotensi osteoporosis.

“Adapun yang harus dipahami masyarakat saat ini adalah pentingnya menjaga kondisi tulang. Apalagi pada umumnya puncak kepadatan massa tulang tercapai pada usia 25 sampai 35 tahun,” kata spesialis rehabilitasi medik konsultan dari FKUI-RSCM, dr Siti Annisa Nuhonni SpRM (K).

Gaya hidup kaum muda memicu terjadinya osteoporosis. Konsumsi garam berlebih, rokok, kopi, minuman bersoda dan alkohol adalah beberapa contoh di antaranya.


sumber : okezone.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar