![]() |
ABC News |
Insaf Albert Tarigan - okezone.com
DARWIN - Nelayan asal Indonesia yang ditahan di rumah tahanan Imigrasi Darwin, Australia, karena tuduhan pencurian ikan, mengamuk karena tak diizinkan salat Idul Fitri 1432 H di masjid Darwin. Mereka diduga membakar tempat sampah dan kasur rutan pada Rabu kemarin.
Akibatnya, dua bangunan ludes dilalap api. Petugas Imigrasi setempat pun terpaksa mengevakuasi pekerja dan para tahanan ke luar rutan. Jaringan pendukung pencari suaka di Darwin sebagaimana dilaporkan ABC News, Kamis (1/9/2011), mengatakan beberapa tahanan merasa mereka tak diizinkan menggunakan hak keagamaannya, baik yang beragama Islam maupun Kristen.
Namun demikian, tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Meskipun, ketika itu sistem hidran di rutan tengah dimatikan karena sedang diperbaiki, pemadam kebakaran masih bisa memperoleh air dari luar rutan.
Sejauh ini, Departemen Imigrasi Australia telah memindahkan 56 tahanan ke lokasi alternatif. Sementara itu Polisi Federal Australia (AFP) masih menyelidiki kemungkinan terjadinya pelanggaran hukum Persemakmuran selama protes itu terjadi.
(abe)
Akibatnya, dua bangunan ludes dilalap api. Petugas Imigrasi setempat pun terpaksa mengevakuasi pekerja dan para tahanan ke luar rutan. Jaringan pendukung pencari suaka di Darwin sebagaimana dilaporkan ABC News, Kamis (1/9/2011), mengatakan beberapa tahanan merasa mereka tak diizinkan menggunakan hak keagamaannya, baik yang beragama Islam maupun Kristen.
Namun demikian, tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Meskipun, ketika itu sistem hidran di rutan tengah dimatikan karena sedang diperbaiki, pemadam kebakaran masih bisa memperoleh air dari luar rutan.
Sejauh ini, Departemen Imigrasi Australia telah memindahkan 56 tahanan ke lokasi alternatif. Sementara itu Polisi Federal Australia (AFP) masih menyelidiki kemungkinan terjadinya pelanggaran hukum Persemakmuran selama protes itu terjadi.
(abe)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar